Bali di dalam Desa Dunia

Pas setelah pemerintah Purchase baru naik ke kekuatan pada tahun 1965, Paket liburan ke bali sekali lagi menjadi terpesona dengan Bali. Tapi orang-orang asing baru ini yang berbondong-bondong ke pantai-pantai mistis Bali merupakan dari beraneka ragam dibandingi dengan kru yang dibudidayakan, sinting kebiasaan di sembilan belas dua puluhan dan 30-an. Itu adalah flip pada tahun 1970-an, ditambah hippies sudah mendarat. Dengan rambut panjang dan tergerai, sistem motivasi bebas, dan hiasan berbahan bulu dan manik-manik yang dimasukkan ke dalam tas, variasi-ragam tradisi ini menempatkan Bali sebagai tempat yang tepat untuk memakai tip mereka tentang metode hidup opsi.

Membangkitkan visual lama Bali sebagai pusat perdamaian, harmoni, pengetahuan sejarah serta sihir cinta yang tenar, mereka menyerbu pantai Kuta dan mulai memproduksi kultur mereka sendiri, berkonsentrasi dekat dengan pemujaan laut, matahari, persekutuan spiritual dan birahi tanpa batas. Orang-orang merupakan hari-hari dikala Kuta masih ialah desa bermata mengantuk, dihiasi dengan homestay kompak dan toko makanan simpel, tempat untuk kurang dari beberapa pound setiap hari orang dapat menemukan tiap-tiap makanan yang diperlukan dalam ragam buah tropis, tahu, sihir jamur dan sang surya terbenam halusinogen. Sebagai sebutan penyebaran karunia pantai Bali yang penuh kebahagiaan, para petualang lainnya mengadopsi, khususnya peselancar yang beratensi dengan garis pantai bertabur karang Bali, yang langsung memperoleh ketenaran di seluruh dunia mengingat kawasan terliar dari Timur yang menangkap ombak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *